Pengertian Dan Pembagian Zaman Praaksara

Zaman praaksara adalah zaman kehidupan manusia dimana belum mengenali segala bentuk tulisan. Zaman praaksara atau zaman prasejarah disebut juga dengan Zaman Nirleka ketika belum ditemukannya tulisan. Zaman praaksara untuk setiap bangsa berbeda-beda dan didasarkan dengan perkembangan serta informasi yang masuk ke suatu bangsa. Namun, secara umum zaman praaksara ini terjadi ketika manusia belum mengenal tulisan hingga mereka sudah mengenali tulisan.

Zaman setelah zaman praaksara yaitu zaman sejarah atau zaman aksara dimana manusia sudah mulai mengenali bentuk-bentuk tulisan. Meskipun pada masa praaksara manusia belum mengenali tulisan, namun mereka sudah berkemampuan untuk berbahasa dan berkomunikasi secara lisan. Selain itu, mereka juga mampu merekam pengalaman di masa lalunya. Sehingga pada kehidupan saat ini, kita bisa memperoleh gambaran tentang kehidupan di masa lalu. Salah satunya dengan memanfaatkan fosil.

Pengertian Zaman Praaksara Menurut Para Ahli

Adapun para ahli yang memberikan pendapatnya mengenai pengertian dari zaman praaksara. Berikut adalah zaman praaksara menurut para ahli:

1. Kamus Besar Bahasa Indonesia

Zaman prasejarah menjadi zaman dimana orang belum mengenal sejarah atau zaman sebelum sejarah.

2. Herodotus

Zaman dimana sejarah tidak berkembang ke arah depan, melainkan zaman bergerak melingkar akibat keadaan manusia.

3. Prof. Dr. Fajri. M.A

Zaman dimana manusia masih belum mengenali yang namanya tulisan. Mereka hanya mengenal bertahan untuk hidup.

4 .CJ. Thomsen

Zaman prasejarah di Indonesia dibagi menjadi tiga zaman yaitu zaman batu, zaman perunggu, dan zaman besi.

5. Wikipedia

Zaman prasejarah yaitu zaman dimana perilaku dan anatomi manusia pertama kali muncul hingga ada catatan sejarah yang diikuti dengan penemuan aksara.

Zaman Praaksara
Zaman Praaksara

Pembagian Zaman Praaksara

Dalam ilmu geologi yang biasa digunakan untuk mempelajari bumi secara keseluruhan. Terjadinya bumi hingga saat ini dibagi menjadi empat zaman yang merupakan periodisasi atau pembabakan zaman praaksara. Berikut adalah keempat pembagian zaman praaksara:

1. Zaman Arkaeozoikum

Zaman Arkaeozoikum dikenal juga dengan zaman tua. Zaman ini kira-kira berlangsung sekitar 2.500 juta tahun yang lalu. Pada zaman arkaeozoikum, bumi sedang dalam proses pembentukan dan permukaan bumi masih sangat panas. Sehingga masih belum terdapat makhluk hidup yang tinggal di bumi. Namun, setelah itu terjadi penurunan suhu yang bisa menjadi awal dari kehidupan. Hal ini terjadi pada akhir zaman arkaeozoikum.

2. Zaman Palaeozoikum

Zaman palaeozoikum biasa disebut juga dengan zaman primer yang berlangsung sekitar 340 juta tahun yang lalu. Ciri-ciri zaman paleolitikum ditandai dengan adanya penurunan suhu yang drastis di bumi hingga mendingin. Pada zaman palaeozoikum, makhluk hidup pertama kali muncul yaitu makhluk bersel satu dan tidak memiliki tulang belakang seperti bakteri, beberapa jenis reptil hingga sejenis amfibi walaupun jumlahnya masih sedikit.

3. Zaman Mesozoikum

Zaman mesozoikum atau disebut zaman sekunder yang berlangsung sekitar 140 juta tahun yang lalu. Zaman mesozoikum ditandai dengan munculnya beberapa reptil raksasa seperti dinosaurus. Panjangnya bisa mencapai 12 meter dan atlantosaurus yang panjangnya mencapai 30 meter. Dengan kehadiran reptil-reptil tersebut maka pada zaman ini juga disebut dengan zaman reptil. Pada zaman inipun sudah mulai muncul binatang jenis burung dan binatang menyusui dalam tingkat rendah.

4. Zaman Neozoikum

Zaman neozoikum telah berlangsung sekitar 60 juta tahun yang lalu. Di zaman ini kehidupan sudah mulai stabil, dan berkembang. Pada zaman neozoikum dibagi menjadi dua zaman yaitu zaman tersier atau zaman ketiga dan zaman kuarter atau zaman keempat. Zaman tersier dibagi lagi menjadi lima masa yaitu zaman paleosen, eosin, eligosen, miosen, dan pliosen. Di zaman tersier sudah mulai tampak binatang yang menyusui berupa kera.

Selanjutnya adalah zaman kwarter yang sudah ada sejak 600 ribu tahun yang lalu. Pada zaman ini dibedakan menjadi dua yaitu kala pleistosen, dan kala holosen. Pada kala pleistosen yang sudah berlangsung sekitar 600 ribu tahun yang lalu mulai muncul kehidupan manusia purba walau keadaan alam masih liar dan labil. Lalu pada kala holosen, lapisan es di daerah Kutub Utara sudah berangsur menipis yang akibatnya permukaan laut menjadi naik.

Pola Kehidupan Zaman Praaksara

Adapun tahapan perkembangan kehidupan masyarakat praaksara yang berawal dari nomaden, semi nomaden, hingga menetap. Berikut merupakan pola kehidupan zaman praaksara:

1. Pola Kehidupan Nomaden

Nomaden berarti hidup yang berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Kehidupan masyarakat pada pola kehidupan nomaden sangat bergantung kepada alam. Pada pola kehidupan ini juga biasa disebut sebagai masa berburu dan mengumpulkan makanan. Hal ini karena ketika bahan makanan mereka yang telah dikumpulkan sudah habis, maka mereka akan berpindah tempat ke daerah yang banyak menyediakan bahan makanan.

Pada masa nomaden, mereka telah mengenal kehidupan berkelompok yang jumlah anggotanya sekitar 10 hingga 15 orang dalam setiap kelompoknya. Mereka juga sudah mampu membuat alat-alat perlengkapan yang berasal dari batu dan kayu untuk mempermudah kehidupan walaupun bentuknya masih kasar serta sederhana. Selain selalu berpindah tempat, masyarakat nomaden juga sangat bergantung pada alam yang menyediakan bahan makanan untuk melanjutkan kehidupan.

2. Pola Kehidupan Semi Nomaden

Pada masa ini, masyarakat praaksara sudah mulai merubah pola kehidupannya dari nomaden ke semi nomaden. Pola kehidupan semi nomaden hampir sama dengan pola kehidupan nomaden dimana mereka masih berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya, namun sudah disertai dengan kehidupan menetap secara sementara. Hal ini dikarenakan mereka sudah mengenal cara mengolah bahan-bahan makanan yang diperolehnya dari hasil berburu.

Pada pola kehidupan semi nomaden, masyarakat praaksara disamping sudah mulai mengenal cara-cara mengolah bahan makanan hasil buruan, mereka juga sudah mulai menanam berbagai jenis tanaman di tempat tinggal sementara. Jadi, ketika mereka meninggalkan tempat tinggal sementaranya tersebut mereka menanami tanaman. Lalu, ketika mereka kembali ke tempat asalnya tersebut maka tanamannya sudah panen. Peralatan yang digunakan juga sudah lebih baik dari sebelumnya.

3. Pola Kehidupan Menetap

Pada pola kehidupan ini mereka sudah tidak lagi mengandalkan nomaden maupun semi nomaden. Di zaman ini mereka sudah mulai membangun tempat tinggal yang lebih baik untuk waktu yang lama. Kemudian, setiap orang bisa menghemat tenaga karena tidak harus membawa peralatannya pergi dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Selain itu, di zaman ini juga mereka bisa memelihara hewan ternak untuk mempermudah kebutuhan hidupnya.

Baca juga : Pengertian Dasar Negara

Sekian ulasan mengenai apa pengertian zaman praaksara, dan bagaimana pembagian serta pola kehidupannya. Jika dilihat dari aspek geografis, masyarakat yang hidup pasa zaman praaksara lebih cenderung hidup di daerah lembah atau di sekitar sungai dari pada di daerah pegunungan. Hal ini karena di daerah-daerah tersebut memiliki struktur tanah yang lebih subur untuk bercocok tanam, memiliki sumber air yang baik untuk kebutuhan hidup, dan lebih mudah menjangkau akses ke daerah yang lainnya. Semoga bermanfaat !

Spread the love

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.