Ini Dia Pengertian, Struktur dan Contoh Teks Editorial [Lengkap]

Tentunya anda pernah mendengar istilah teks editorial bukan? Mungkin pada saat melihat berita atau saat di bangku sekolah. Teks editorial sering kali bisa Anda temukan dalam sebuah koran atau majalah. Meskipun saat ini koran ataupun majalah cukup tertinggal dari berita online, namun tidak ada salahnya jika Anda mengetahui pengertian dan contoh dari teks editorial ini.

Melalui contoh teks editorial, tentunya pemahaman Anda terhadap teks Editorial akan jauh lebih mudah. Nah berikut ini adalah ulasan lengkap tentang pengertian, struktur dan contoh teks editorial. Penasaran seperti apa? Simak ulasannya berikut ini!

pengertian teks editorial

Pengertian Teks Editorial

Sebelum membahas contoh teks editorial tidak ada salahnya jika Anda mengetahui pengertian dari teks editorial terlebih dahulu. Teks editorial merupakan sebuah teks yang memiliki kandungan berupa pendapat atau penilaian seseorang terhadap isu yang tengah hangat diperbincangkan.

Teks editorial ini biasanya terdapat di dalam sebuah majalah atau koran, meliputi berbagai macam tema baik ekonomi, sosial, politik maupun masalah lainnya.

Sementara pengertian teks editorial menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut:

1. Menurut Eriyanto (2001:3)

Teks Editorial, Teks hampir sama dengan wacana, bedanya kalau teks hanya bisa disampaikan dalam bentuk tulisan saja, sedangkan wacana bisa disampaikan dalam bentuk lisan maupun tertulis.

2. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

Teks Editorial didefinisikan sebagai:

  • Naskah yang berupa kata-kata asli dari pengarang
  • Kutipan dari kitab suci untuk pangkal ajaran atau alasan
  • Bahan tertulis untuk dasar memberikan pelajaran, berpidato dan sebagainya.

3. Pendapat Luxemburg

Pengertian Teks adalah sebuah ungkapan yang memiliki isi, sintaksis pragmatik dan itu semua menjadi sebuah kesatuan yang menjadikan teks memiliki makna yang menjadi sebuah penjelasan akan sebuah hal.

Tujuan Teks Editorial

Tujuan dari penulisan teks editorial ini adalah mengajak pembaca majalah atau koran untuk memikirkan isu yang tengah hangat diperbincangkan saat ini. Isu yang diambil biasanya merupakan peristiwa yang terjadi di sekitar kehidupan sehari-hari. Selain itu, tujuan dari penulis menulis teks editorial adalah memberikan pandangan penulis terhadap isu yang tengah dibahas tersebut.

Fungsi Teks Editorial

Sementara fungsi dari penulisan teks editorial ini antara lain adalah sebagai berikut:

Teks editorial atau yang juga disebut dengan tajuk rencana atau opini berfungsi sebagai cara untuk menjelaskan kepada masyarakat berita dan akibat yang bisa terjadi pada masyarakat.
Memaparkan latar belakang yang berkaitan dengan berita yang dikabarkan serta kenyataan yang terjadi di kehidupan secara menyeluruh.
Terkadang teks editorial berisi analisis tentang kondisi sebuah masyarakat dan berupa kemungkinan-kemungkinan yang bisa menimpa masyarakat atas sebuah peristiwa.

Nah itulah fungsi dari penulisan teks editorial ini. Dengan adanya teks editorial, pembaca akan jauh lebih terangsang pemikirannya untuk menanggapi sebuah hal. Dan bahkan mampu membangkitkan semangat untuk bertindak atas isu yang dikabarkan.

Ciri-Ciri Teks Editorial

Ada berbagai jenis teks yang bisa Anda temukan dalam sebuah majalah. Nah untuk bisa mengenali contoh teks editorial, berikut ini adalah ciri-ciri dari teks editorial. Penasaran? Simak penjelasannya berikut ini!

  1. Tema yang diangkat dalam tulisan merupakan isu yang tengah hangat diperbincangkan atau sedang hits, aktual dan juga faktual
  2. Tulisan teks editorial biasanya bersifat sistematis dan juga logis
  3. Terdapat opini yang bersifat pribadi dari penulis yang bersifat argumentif
  4. Biasanya menggunakan kalimat yang singkat, lugas dan jelas serta persuasif.

Struktur Teks Editorial

Sebelum memahami contoh teks editorial di bawah ini, dalam penulisan teks editorial memiliki struktur dan kaidah tertentu. Secara umum, teks editorial terbagi atas 3 struktur, yaitu pernyataan pendapat, argumentasi, dan reiteration. Untuk lebih jelasnya simak ulasannya berikut ini!

1. Pendapat atau Tesis

Bagian ini merupakan bagian yang berisi sudut pandang penulis terhadap isu yang tengah dibahas. Biasanya memberikan sebuah teori yang menguatkan pendapat dari penulis tersebut.

2. Argumentasi

Pada bagian ini biasanya berisi bukti atau alasan yang digunakan oleh penulis untuk memperkuat pernyataan pendapatnya dalam tesis. Secara umum, argumentasi biasanya berisi sebuah hasil penelitian, pernyataan para ahli atau referensi-referensi yang bisa digunakan untuk menguatkan pendapatnya tersebut.

3. Reiteration

Reiteration merupakan penegasan atas pendapat yang disampaikan. Bagian ini biasanya berisi perulangan atas isu yang tengah diangkat menunjukkan fakta untuk memperkuat pendapatnya. Biasanya terdapat pada akhir tulisan.

Contoh Teks Editorial

Berikut ini contoh teks editorial yang ditulis oleh Media Indonesia edisi Sabtu 9 Maret 2019. Yang mengangkat isu lingkungan.

pengertian, Strukstur dan Contoh teks Editorial Lengkap

Alam kembali menunjukkan kuasanya di negeri ini. Hujan yang mengguyur dengan intensitas tinggi dan berdurasi lama menyebabkan banyak wilayah, termasuk di Jawa Timur, terendam. Sampai-sampai Tol Trans-Jawa pun tak luput dari terjangan banjir.

Musibah banjir yang melanda dalam beberapa hari terakhir terbilang parah, juga masif. Tak cuma cakupan wilayah yang sangat luas, jumlah masyarakat yang terdampak amat banyak. Puluhan ribu rumah terendam di seluruh wilayah Indonesia, begitu pula dengan sawah atau lahan pertanian lainnya.

Dari sekian banyak daerah yang dihajar banjir, Jawa Timur merupakan yang terparah. Berita di wilayah ini, 15 dari 38 kabupaten terkena banjir sejak Selasa (5/3) dengan tingkat keparahan bervariasi. Yang paling parah ialah Kabupaten Madiun, yakni ada 39 desa di 8 kecamatan terendam.

Banjir dan tanah longsor juga melanda daerah-daerah di banyak provinsi lain. Sebut saja Jawa Tengah, Jawa Barat, atau Nusa Tenggara Timur. Bahkan, tanah longsor di Labuan Bajo, NTT, menyebabkan delapan orang tewas.

Banjir kali ini kian menyedot perhatian lantaran juga merendam ruas Tol Ngawi-Kertosono merupakan bagian dari Tol Trans-Jawa kebanggaan pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Tak tanggung-tanggung, ketinggian air hampir 1 meter memutus jalur arah Surakarta di Km 603 hingga Km 604.

Sebagai bangsa yang tinggal di kawasan rawan bencana, musibah demi musibah ialah keniscayaan yang mesti dihadapi. Gempa, tsunami dan beragam jenis bencana hidrometeorologi akan terus terjadi. Yang terpenting, bagaimana kita mau dan mampu mengantisipasi bencana itu datang sehingga korban jiwa dan material dapat diminimalisasi.

Banjir yang membuat puluhan ribu warga nestapa jelas tidak kita harapkan. Namun, ia merupakan wujud dari kewenangan alam sehingga kita harus menerimanya sebagai ujian sekaligus pelajaran.

Banjir terkini termasuk di Jawa Timur terjadi selain karena aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) atau gelombang atmosfer yang merambat dari barat (Samudra Hindia) ke timur dengan membawa massa udara basah sehingga memicu hujan lebat, juga karena sungai-sungai dan drainase tak mampu lagi menampung air. Karena itu, menormalisasi sungai dan drainase ialah solusi yang mau tidak mau harus dijalankan dengan sepenuh hati.

Saat ini seluruh pihak terkait memang tengah terfokus pada penanganan korban. Namun, solusi jangka pendek dan jangka panjang agar banjir serupa tak lagi menerpa mutlak menjadi pemikiran mereka, termasuk agar Tol Trans-Jawa tak lagi menjelma menjadi sungai dadakan.

Sulit disangkal, banjir yang merendam jalan berbayar itu cukup mengagetkan. Tak berlebihan rasanya jika pertanyaan mendasar kemudian diajukan bukankah tol dibangun dengan perencanaan supermatang sehingga mestinya tidak kebanjiran?

Kendati begitu, sangat tidak patut jika banjir lalu diseret-seret ke ranah politik. Amat tidak elok jika banjir yang sebenarnya musibah lantas dianggap sebagai ‘berkah’ untuk menyerang lawan politik di tahun politik ini.

Kesimpulan:

Nah itulah penjelasan mengenai teks editorial beserta contohnya. Untuk lebih memperkaya pengetahuan Anda bisa melihat contoh teks editorial di berbagai media atau majalah ternama di Indonesia. biasanya adalah mengangkat isu yang tengah hangat diperbincangkan dan menjadi perhatian khusus masyarakat.

Jika menilik tingkat keparahan banjir, terendamnya ruas Tol Ngawi-Kertosono memang sulit dihindari. Dalam hal ini, kuasa alam tampaknya lebih perkasa ketimbang daya pikir manusia. Yang terpenting, ke depan kecerdasan kita mesti bisa diunggulkan untuk meredam amuk alam sehingga permukiman dan tol tak lagi kebanjiran.

Jika mau, kita sebenarnya mampu. Pengalaman menunjukkan Tol Bandara Soekarno-Hatta beberapa kali pernah tenggelam, tetapi sekarang bebas banjir berkat berbagai upaya yang dilakukan. Begitu pula dengan Tol Jakarta-Merak yang beberapa tahun silam kerap diputus banjir, kini aman-aman saja.

Bencana semestinya disambut dengan empati, berlanjut pada introspeksi, evaluasi, lalu mendapatkan solusi agar tidak terjadi lagi. Sungguh sesat pikir jika bencana seperti halnya banjir kali ini kemudian dipolitisasi.

Spread the love

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.