Pengertian Rekrutmen, Tujuan, Proses dan Kenadalnya [Lengkap]

pengertian rekrutmen

Dalam sebuah perusahaan, Sumber Daya Manusia atau SDM merupakan salah satu elemen yang terpenting untuk dimiliki. Sebab, suatu perusahaan akan sukses jika memiliki SDM yang berkualitas dalam pekerjaannya.

Dengan demikian untuk mendapatkan SDM yang berkualitas tentu harus melalui proses rekrutmen yang tak mudah. Tahukah anda apa pengertian rekrutmen? Apa tujuannya? Bagaimana metodenya?

Secara umum, pengertian rekrutmen sendiri diartikan sebagai suatu proses yang digunakan untuk mencari atau mengangkat karyawan yang benar-benar mempunyai kemampuan. Dalam hal ini rekrutmen juga bisa dikatakan sebagai seleksi karyawan baru.

Nah, proses rekrutmen sendiri dimulai dari tahap mencari SDM terlebih dahulu, kemudian dari situ akan diseleksi melalui berbagai tahapan yang ditentukan oleh perusahaan.

Berikut ulasan mengenai bagaimana rekrutmen yang baik agar suatu perusahaan bisa mendapatkan karyawan yang berkompeten. Dan dibahas juga penjelasan tentang pengertian rekrutmen menurut apara ahli, metode, tujuan, kendala, serta sumbernya. Simak ulasannya hingga selesai!

Pengertian Rekrutmen Menurut Para Ahli

Rekrutmen sendiri diartikan oleh beberapa ahli, yakni sebagai berikut:

1. Mardianto (2014: 8)

Menurut Mardianto, pengertian rekrutmen ialah suatu proses yang digunakan untuk mendapatkan seorang calon karyawan yang mempunyai kemampuan secara relevan dengan kebutuhan dan kualifikasi dari suatu perusahaan atau organisasi.

2. Rivai (2004: 158)

Menurut Rivai, pengertian rekrutmen ialah suatu proses yang digunakan untuk mendapatkan sumber daya manusia atau karyawan yang mempunyai kualitas guna menduduki jabatan atau pekerjaan tertentu pada sebuah perusahaan.

3. Simamora (1997: 212)

Menurut Simamora, pengertian rekrutmen ialah serangkaian kegiatan yang digunakan untuk mencari serta menarik pelamar kerja dengan kemampuan, motivasi, pengetahuan serta keahlian yang dibutuhkan perusahaan, yang mana tujuannya ialah untuk menutupi kekurangan yang teridentifikasi pada rencana kepegawaiaan.

4. Gomes (1995: 105)

Menurut Gomes, arti rekrutmen ialah proses yang digunakan untuk mencari, menemukan seta menarik para pelamar kerja guna dipekerjakan pada suatu perusahaan atau organisasi.

5. Flippo (1984)

Menurut Flippo, rekrutmen diartikan sebagai penarikan tenaga kerja atau calon pegawai dengan melalui tahapan atau proses pencarian dilakukan secara saksama sehingga mampu merangsang para pencari kerja agar melamar pada posisi tertentu yang ditawarkan dalam suatu perusahaan atau organisasi.

6. Werther dan Davis (1996)

Menurut S. Werther dan Davis, definisi rekrutmen ialah suatu proses yang digunakan untuk merangsang dan mendapatkan pelamar kerja yang mempunyai kemampuan agar menjadi pegawai.

Tujuan Rekrutmen

Berdasarkan pengertian rekrutmen diatas, tentu dapat diketahui bahwa rekrutmen memiliki tujuan tertentu. Secara garis besar, tujuan rekrutmen sebenarnya ialah untuk memenuhi kebutuhan pada perusahaan dalam hal Sumber Daya Manusia. Dimana dengan adanya proses rekrutmen ini, tentu perusahaan berharap bisa mendapatkan SDM yang berkualitas untuk memajukan perusahaan itu sendiri.

Sedangkan menurut Simamora (1997: 214), ada beberapa tujuan rekrutmen yang umumnya ingin dicapai oleh suatu perusahaan, yakni sebagai berikut:

  1. Untuk menarik para pelamar kerja, agar perusahaan bisa mempunyai kesempatan yang lebih besar dalam memilih calon-calon pekerja yang sesuai dengan standar ketetapan perusahaan.
  2. Tujuan setelah pengangkatan (post-hiring goals) ialah menghasilkan karyawan – karyawan yang merupakan pelaksana-pelaksana yang baik dan akan tetap bekerja dengan perusahaan sampai jangka waktu yang ditentukan.
  3. Dengan adanya proses perekrutan, diharapkan mampu memberikan efek luberan (spillover effects) yakni citra perusahaan akan lebih meningkat, sehingga para pelamar yang gagal bisa mempunyai kesan yang positif pada perusahaan.

Berdasarkan poin-poin yang dijelaskan tersebut, maka bisa disimpulkan bahwa tujuan rekrutmen secara garis besar ialah untuk mendapatkan karyawan yang mampu memenuhi posisi atau jabatan sesuai dengan yang dibutuhkan perusahaan.

Proses Rekrutmen

Untuk mendapatkan karyawan yang benar-benar kompeten, tentu harus melalui proses rekrutmen yang baik. Nah, umumnya, setiap perusahaan memiliki tahapan rekrutmen yang hampir sama.

Untuk lebih jelasnya, berikut alur proses rekrutmen yang umum digunakan pada perusahaan di Indonesia:

1. Sourcing Process

Sourcing Process merupakan proses rekrutmen yang digunakan untuk mendapatkan pelamar sesuai dengan yang dibutuhkan perusahaan, melalui sumber-sumber yang tersedia.

Adapun metode rekrutmen yang sering digunakan pada sourcing process ialah internal resourcing dan external resourcing. Sedangkan untuk menarik para pelamar dilakukan melalui berbagai cara yakni bursa kerja, head hunter, direct mail, dan lainnya.

2. Selection Process

Selection Process ialah proses rekrutmen yang digunakan untuk menyaring para pelamar kerja agar menjadi kandidat sesuai dengan yang kebutuhan oleh perusahaan. Adapun beberapa cara Selection Process sendiri biasanya menggunakan metode Psikometri (Psychological Test), Tes Teknis, Wawancara Psikologi, Managerial Skill Test, serta lainnya.

3. User Process

User Process ialah proses rekrutmen untuk mencari karyawan yang tepat pada posisi yang tersedia atau dibutuhkan dari para kandidat yang ada serta yang lolos melalui tahapan seleksi.

Secara umum, tahapan User Process ini dilakukan melalui metode rekrutmen Wawancara langsung oleh direct user atau manager dan indirect user atau director, sign contact & administration, medical check up, orientasi karyawan baru, dan lainnya.

Metode Rekrutmen

metode rekrutmen

Berkaitan dengan proses rekrutmen tentu suatu seleksi harus menggunakan metode tertentu agar mendapatkan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Lebih dari itu, metode rekrutmen juga mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap jumlah pelamar yang masuk ke perusahaan atau organisasi.

Nah, menurut Hasibuan (2010: 44), terdapat dua metode rekrutmen, yakni:

1. Metode Tertutup

Rekrutmen melalui metode tertutup ialah cara menarik pelamar yang dilakukan dengan menginformasikan lowongan pekerjaan hanya kepada karyawan atau orang tertentu. Sehingga metode ini menyebabkan jumlah lamaran yang masuk lebih sedikit, dan akibatnya lebih sulit untuk mendapatkan karyawan yang baik.

2. Metode Terbuka

Sedangkan metode rekrutmen terbuka ialah cara penarikan karyawan dengan cara menginformasikannya secara luas tentang lowongan pekerjaan seperti melalui iklan atau lainnya. Hal ini, tujuannya agar jumlah lamaran yang masuk lebih banyak, sehingga perusahaan memiliki kesempatan untuk berpeluang besar memperoleh karyawan yang baik.

Baca juga: Pengertian Passing Grade

Kendala Rekrutmen

Dalam suatu proses rekrutmen tentu akan menghadapi banyak kendala, baik itu dari pelaksanaannya maupun lingkungan eksternal. Menurut Hasibuan (2010; 44), kendala rekrutmen yang umum terjadi ialah sebagai berikut :

1. Kebijaksanaan Perusahaan

Dalam suatu proses rekrutmen, kebijaksanaan perusahaan merupakan gambaran dari berhasil atau tidaknya suatu proses rekrutmen karyawan yang dilakukan. Adapun kebijaksanaan perusahaan sendiri yang mempengaruhi rekrutmen adalah kebijaksanaan promosi, kompensasi, kesejahteraan, status karyawan, atau lainnya.

2. Persyaratan Jabatan

Kendala rekrutmen selanjutnya berasal dari persyaratan jabatan. Dimana jika semakin banyak syarat yang diajukan, tentu jumlah pelamar yang mendaftar juga akan semakin sedikit. Dan sebaliknya, bila perusahaan hanya mengajukan sedikit persyaratan, maka jumlah pelamarnya malah akan semakin banyak.

3. Metode Rekrutmen yang Digunakan

Seperti yang dijelaskan diatas terdapat 2 metode rekrutmen. Dimana metode tersebut tentu memiliki kelebihan tersendiri. Sehingga pastikan suatu perusahan harus menggunakan metode yang tepat sesuai dengan kebutuhannya.

4. Solidaritas Perusahaan

Mengapa solidaritas perusahaan bisa menyebabkan terjadinya kendala rekrutmen? Sebab solidaritas perusahaan memiliki arti sebagai tingkat kepercayaan masyarakat pada perusahaan itu sendiri, misalnya besarnya perusahaan.

Jika solidaritas perusahaan besar, maka pelamar semakin banyak. Sebaliknya jika solidaritas perusahaan rendah maka pelamar sedikit.

5. Kondisi Lingkungan Eksternal

Sedangkan kendala rekrutmen yang terjadi dari lingkungan eksternal apabila situasi perekonomian sedang berkembang sangat pesat maka pelamar akan sedikit. Sebailknya jika situasi perekonomian sedang buruk atau turun maka pelamar akan semakin banyak.

Dengan penjelasan mengenai pengertian rekrutmen, metode, tujuan, dan kendala tersebut, tentu kini Anda bisa menyusun bagaimana cara pelaksanaan rekrutmen yang baik, agar benar-benar mampu mendapatkan karyawan yang kompeten, berkualitas serta sesuai dengan posisi yang sedang dibutuhkan.

Spread the love

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.