Pengertian, dan Cara Menghitung Passing Grade

Passing grade adalah batas nilai minimal yang harus dipenuhi oleh seseorang ketika mereka memilih suatu program studi di perguruan tinggi tertentu (passing grade yang berkaitan dengan masuk perguruan tinggi). Passing grade biasanya dituliskan dalam bentuk persen (50,8%) atau dalam bentuk ratusan (508,00).

Semakin tinggi passing grade dari program studi yang diincar, maka tingkat kesulitannya akan semakin tinggi juga. Sebaliknya, jika semakin rendah passing grade yang ada dalam suatu program studi, maka akan semakin mudah untuk mencapainya.

Biasanya jumlah passing grade dikatakan sulit untuk program studi jika nilainya di atas 40%, sedangkan untuk ukuran yang sedang berada di kisaran 30% hingga 40%, dan untuk ukuran mudah biasanya kurang dari 30%. Namun, skor passing grade tersebut tidak bisa dijadikan sebagai tolak ukur karena datanya berasal dari suatu lembaga Bimbingan Belajar atau hasil dari perhitungan manual pada tes di tahun yang sebelumnya. Lalu bagaimana pengertian passing grade menurut para ahli?

Pengertian Passing Grade Menurut Para Ahli

Adapun pengertian passing grade berdasarkan pendapat dari para ahli. Di bawah ini merupakan pengertian passing grade menurut para ahli:

1. Forum Sains

Passing grade yaitu sebuah acuan yang tidak resmi mengenai batas nilai minimum yang harus dicapai oleh peserta Tes untuk bisa masuk ke suatu program studi yang diminati dalam sebuah perguruan tinggi.

Passing grade tidak dijadikan sebagai patokan mutlak diterima atau tidaknya seseorang untuk masuk perguruan tinggi. Namun, biasanya digunakan untuk mengetahui berapa passing grade yang dituju dari rilis lembaga Bimbingan Belajar.

2. Yahoo Answer

Passing grade merupakan standar nilai yang ada di dalam tes masuk perguruan tinggi untuk memasuki suatu program studi yang diminati.

3. Forum Senamptn

Passing grade tidak bisa dijadikan sebagai patokan diterima atau tidaknya seseorang untuk masuk program studi di suatu program studi.

4. Wikipedia

Seseorang akan dinilai lulus jika memiliki angka kelulusan di semua mata pelajaran (di atas rata-rata) dengan rentan skor kelulusan yang berbeda-beda berdasarkan sistem penilaian dari masing-masing universitas.

pengertian passing grade

Cara Menghitung Passing Grade

Pasti Anda bertanya-tanya bagaimana caranya menghitung passing grade sendiri. Nah, di bawah ini akan dijelaskan bagaimana cara menghitung passing grade:

RUMUS:

Passing Grade = (B x 4) – (S x 1) x 100% / JS x 4

Ket:
B = Jawaban Benar
S = Jawaban Salah
JS = Jumlah Soal

Jika Anda ingin menggunakan prosentase passing grade untuk keperluan SBMPTN. Maka proporsi dari bobot SBMPTN untuk Tes Kemampuan Potensi Akademik (TKPA) sebesar 30%, dan untuk Tes Bidang Studi Prediktif (TBSP) sebesar 70%.

Hitung Nilai Tes Kemampuan Potensi Akademik

Cara untuk menghitug passing grade TKPA maka bisa menggunakan rumus:

Nilai TKPA = ((4 x total benar) – (1 x total salah)) / (4 x (total soal TKPA)) x 100%

Hitung Nilai Tes Bidang Studi Prediktif

Cara untuk menghitug passing grade TBSP maka bisa menggunakan rumus:

Nilai TBSP = ((4 x total benar) – (1 x total salah)) / (4 x (total soal TBSP)) x 100%

Lalu, untuk nilai passing grade akhir dapat dihitung dengan rumus:

Nilai Passing Grade = (30% dari nilai TKPA + 70% dari nilai TBSP) / 100%


Contoh Perhitungan Passing grade

Di bawah ini adalah contoh perhitungan passing grade yang bisa Anda pelajari.

Contoh 1:
Terdapat soal SBMPTN dengan jumlah 120 soal. Pada soal kemampuan dasar, Dodi hanya bisa menjawab 20 soal Benar, 28 soal tidak diisi, dan 12 soal menjawab Salah. Sedangkan pada soal kemampuan IPA, Dodi bisa menjawab 30 soal Benar, 17 soal tidak diisi dan 13 soal Salah. Lalu berapa passing grade yang diperoleh Dodi?

Jawab:

B = 20 + 30 = 50 soal
S = 12 + 13 = 25 Soal
Soal tidak diisi = tidak memiliki bobot nilai
Passing Grade = (50 x 4) – (25 x 1) x 100% / 120 x 4
= (200 – 25) x 100% / 480
= 36,46%

Jadi, passing grade yang diperoleh Dodi adalah sebesar 36,46%. Dodi bisa memilih program studi dengan peluang lolos yang besar dengan program studi yang memiliki passing grade di bawah dari 36,46%. Sedangkan, peluang lolos yang kecil jika program studi yang dipilih Dodi memiliki passing grade di atas 36,46%.

Contoh 2:
1. Pada hari pertama tes SBMPTN (soal TKPA), Dika berhasil menjawab 30 soal dengan Benar, 25 soal tidak berhasil dijawab, dan 20 soal dengan jawaban salah.

Jawab:

((4 x 30) – (1 x 20)) / (4 x 75) x 100% = 33,3%
30% dari 33,3 adalah 9,99

2. Pada hari kedua tes SBMPTN (soal TBSP), Dika berhasil menjawab 20 soal dengan Benar, 30 soal tidak berhasil dijawab, dan 25 soal dengan jawaban Salah.

Jawab:

((4 x 20) – (1 x 25)) / (4 x 75) x 100% = 18,3%
70% dari 18,3 adalah 12,83

Jadi, passing grade yang didapatkan oleh Dika adalah (9,99 + 12,83) / 100 = 22,82%

Dengan hasil passing grade yang diperoleh Dika sebesar 22,82%, maka peluang besar Dika bisa masuk ke suatu program studi dengan passing grade yang kurang dari 22,82%. Namun, peluang Dika akan kecil jika mengincar program studi dengan passing grade lebih dari 22,82%.

Kegunaan Passing Grade

Jika sudah digembor-gemborkan bahwa passing grade tidak bisa dijadikan sebagai suatu patokan resmi untuk menilai bisa masuk tidaknya seseorang ke program studi di suatu perguruan tinggi yang diminati. Lalu sebenarnya untuk apa masih banyak orang yang mementingkan passing grade? Berikut adalah beberapa kegunaan yang banyak orang katakan mengenai passing grade.

1. Sebagai Acuan Penilaian Pada Simulasi Tryout

Kegunaan passing grade sebagai acuan penilaian pada simulasi semacam tryout. Memang, biasanya ada banyak macam uji coba yang digunakan untuk mengukur sejauh mana kemampuan seseorang dalam menguasai soal-soal yang akan diujikan pada tes masuk perguruan tinggi.

Nah, dari situ nantinya akan keluar nilai akhir yang bisa dijadikan sebagai evaluasi diri. Dan pihak selokah bisa memperbaiki sistem edukasi kepada siswanya agar lebih maksimal dikemudian hari.

2. Sebagai Tolak Ukur Kemampuan Diri

Alasan yang kedua ini tidak jauh berbeda dari alasan pertama mengapa seseorang memerlukan passing grade. Tujuannya yaitu digunakan untuk mengukur sudah sejauh mana kesempatan yang akan diraih oleh seseorang yang meminati suatu program studi di suatu perguruan tinggi. Jika dirasa masih jauh, maka orang tersebut akan belajar jauh lebih keras dari sebelumnya.

Baca juga: Pengertian UKS

Nah, itulah pengertian passing grade dan cara mengetahui passing grade kita. Jangan jadikan skor passing grade menjadi tolak ukur utama sehingga tidak membebani pikiran Anda dalam belajar. Semoga dapat bermanfaat !

Spread the love

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.