Pengertian Mahasiswa, Tugas, Peran & Fungsinya [Lengkap]

Apakah Anda seorang mahasiswa? Namun tahukah Anda apa pengertian mahasiswa yang sesungguhnya? Nah, meski banyak yang tahu tentang mahasiswa, atau bahkan dirinya seorang mahasiswa, namun hakikat dari mahasiswa itu sendiri jarang dimengerti. Padahal, di dalamnya mengandung makna tertentu yang harus diketahui setiap orang.

Pentingnya mengetahui hakikat yang sebenarnya dari mahasiswa tentu tak sekadar untuk pengetahuan saja. Namun juga digunakan agar setiap orang khususnya mahasiswa mendalami perannya. Dengan demikian, imbasnya tentu tugasnya sebagai mahasiswa bisa dilakukan dengan baik, agar tujuannya bisa tercapai.

Lalu bagaimana hakikat mahasiswa yang sebenarnya? Simak ulasan berikut ini tentang pengertian mahasiswa beserta peran dan fungsinya!

pengertian mahasiswa

Pengertian Mahasiswa Menurut Para Ahli

Terdapat beberapa ahli yang mengartikan mahasiswa secara khusus. Adapun definisi mahasiswa yang sesungguhnya yakni:

1. Menurut KBBI

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, mahasiswa diartikan sebagai pelajar perguruan tinggi atau dalam struktur pendidikan Indonesia yang menduduki jenjang satuan pendidikan tertinggi di antara jenjang lainnya.

2. Menurut Knopfemacher [Dalam Suwono, 1978]

Sedangkan menurut Knopfemancher, mahasiswa diartikan sebagai insan-insan calon sarjana yang terlibat dalam sebuah instansi perguruan tinggi, dididik yang diharapkan untuk menjadi calon-calon intelektual.

3. Menurut Sarwono [1978]

Dan menurut Sarwono, mahasiswa adalah setiap orang yang secara resmi sudah terdaftar untuk mengikuti pelajaran di suatu perguruan tinggi dengan batas usia sekitar antara 18-30 tahun. Mahasiswa merupakan suatu kelompok di dalam masyarakat yang memperoleh status karena mempunyai ikatan dengan perguruan tinggi.

Selain itu, mahasiswa juga menjadi seorang calon intelektual maupun cendekiawan muda dalam suatu lapisan masyarakat yang sering kali syarat dengan berbagai predikat dalam masyarakat itu sendiri.

Dengan demikian, pengertian mahasiswa jika disimpulkan adalah seseorang atau pelajar yang terdaftar dalam perguruan tinggi atau jenjang sekolah tertinggi, dengan batas usia tertentu yang diharapkan mampu menjadi calon intelektual.

Ciri-Ciri Mahasiswa Menurut Kartono

Dengan pengertian mahasiswa diatas, maka dapat ditarik kesimpulan, bahwa seseorang dikatakan sebagai mahasiswa apabila memiliki ciri-ciri berikut ini:

  1. Mempunyai kemampuan serta kesempatan agar dapat belajar dalam perguruan tinggi, sehingga bisa digolongkan ke dalam golongan intelektual.
  2. Karena mempunyai kesempatan yang ada, maka mahasiswa diharapkan suatu hari nanti bisa bertindak sebagai seorang pemimpin yang terampil, baik di berbagai tingkatan, baik itu masyarakat ataupun dalam dunia kerja nantinya.
  3. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi daya penggerak yang dinamis dalam suatu proses modernisasi bagi kehidupan bermasyarakat.
  4. Serta mahasiswa diharapkan bisa memasuki dunia kerja dan menjadi tenaga kerja yang berkualitas dan profesional.


Tugas Wajib Mahasiswa

tugas mahasiswa

Jika Anda telah menjadi mahasiswa, pasti Anda telah melalui berbagai ujian dan lolos dari passing grade rata – rata saingan Anda.

Selamat!! 😀

Tapi jangan lupa ketika Anda sudah berstatus mahasiswa, tentu harus ikut andil dalam terlaksananya tri dharma perguruan tinggi yang menjadi tugas utama mahasiswa. Berikut penjelasannya:

1. Melakukan Pendidikan

Tugas mulia yang harus dilakukan oleh seorang mahasiswa adalah dengan melaksanakan kegiatan pendidikan. Pendidikan di sini adalah mahasiswa yang meminta kepada pihak kampus untuk memberikan pengajaran dengan fasilitas yang maksimal dalam proses kegiatan belajar dan mengajar.

Dari proses pendidikan yang dilakukan tersebut diharapkan akan muncul bibit – bibit mahasiswa unggul. Karena sistem edukasi dalam lingkup perkuliahan sangat baik, maka kelak ketika lulus mahasiswa harus menjadi pejuang bangsa untuk Indonesia lebih maju.

2. Melaksanakan Penelitian

Tugas yang kedua bagi mahasiswa adalah melakukan penelitian. Mahasiswa memiliki beban yang terbilang medium hard, karena kali ini mahasiswa dituntut untuk dapat mencari solusi dari suatu permasalahan. Tujuannya agar tercipta solusi baru untuk permasalahan dalam masyarakat.

Hasil penelitian mahasiswa pun diharuskan dengan cara profesional dan ilmiah, bukan hasil menjiplak secara brutal karya orang lain dan bukan merupakan hasil penelitian yang prematur.

Mahasiswa dituntut untuk mampu memanfaatkan penelitian ini dalam suatu proses pembelajaran agar mendapatkan suatu perubahan – perubahan yang akan merubah Indonesia menjadi lebih maju dan terdepan.

3. Pengabdian kepada Masyarakat

Tugas mahasiswa yang terakhir adalah melakukan pengabdian kepada masyarakat. Dalam dunia mahasiswa ketika sudah semester pertengahan atau akhir, pasti kampus akan membuat program pengabdian masyarakat.

Program pengabdian kepada masyarakan dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan positif. Pada kegiatan ini mahasiswa harus mampu bersosialisasi langsung dengan masyarakat.

Sifat makhluk sosialnya harus ditunjukkan dengan berkontribusi nyata. Seperti yang kita ketahui bahwasannya mahasiswa merupakan penyambung lidah rakyat, agent of change dan lainya. Maka dari itu mahasiwa dituntut mengetahui porsi dari tugas meraka dalam mengabdi kepada masyarakat. Agar tercipta masyarakat yang madani.

Peran dan Fungsi Mahasiswa

Selain tugas mahasiswa di atas, mahasiswa juga memiliki peran dan fungsi istimewa yang dikelompokkan menjadi 5 macam, berikut ulasannya:

1. Mahasiswa sebagai Social Control

Dengan memiliki pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan jenjang lainnya, maka mahasiswa memiliki kemampuan intelektual serta kepekaan sosial, yang kelak diharapkan mampu menjadi kontrol dalam kehidupan sosial masyarakat. Dengan cara mampu memberikan saran, solusi, serta kritik dari berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat ataupun bangsa.

Selain itu, peran mahasiswa sebagai social control ini juga ketika terjadi hal tak beres atau ganjil dalam kehidupan masyarakat. Sehingga, mahasiswa diharapkan mampu menyampaikan jika terjadi kebusukan birokrasi yang dianggap lazim.

Selanjutnya, apabila seorang mahasiswa acuh atau tak peduli pada lingkungannya, maka tak akan ada lagi harapan yang lebih baik lagi di kehidupan berbangsa dan bernegara nantinya.

Hal tersebut karena seorang mahasiswa sudah sepantasnya mampu menumbuhkan jiwa kepedulian sosialnya, sehingga harus peduli dengan berbagai ranah elemen bermasyarakat.

Dimana kepedulian sebagai mahasiswa bukan hanya diwujudkan ke dalam bentuk demo serta turun ke jalan saja, melainkan melalui pemikiran cemerlang, bantuan moril dan material, serta diskusi-diskusi yang membangun.

2. Mahasiswa sebagai Agent of Change

Sebagai pelajar tingkat tinggi yang bertindak sebagai agen perubahan, mahasiswa juga tak hanya ibarat pahlawan yang berasal dari suatu negeri yang menggagas suatu perubahan saja, namun juga sebagai pelaku atau objek dalam membuat perubahan besar dan membuat pemimpin yang tak memiliki berkompeten merasa gerah dan cemas.

Hal tersebut karena, dengan banyaknya ketidakadilan dan pembodohan yang dilakukan oleh pemimpin bangsa ini, maka mahasiswa harus mampu berpikir secara aktif agar bisa mengembalikan serta mengubah keadaan tersebut ke bentuk semula. Dimana perubahan yang dimaksud ini adalah perubahan ke arah yang lebih baik, namun tetap tak menghilangkan jati dirinya.

Jika kita sebagai mahasiswa mari kita ciptakan lagi para reformator – reformator dan jiwa founding father dalam jiwa para mahasiswa agar tertelan oleh hedonisme zaman.

3. Mahasiswa sebagai Iron Stock

Dikatakan sebagai iron stock, peran mahasiswa adalah sebagai generasi penerus bangsa, yang diharapkan memiliki keterampilan, kemampuan, serta akhlak yang mulia, agar bisa menjadi calon pemimpin yang siap guna. Sebab itu merupakan sebuah cadangan, aset, serta harapan bangsa di masa depan.

Selain itu, mahasiswa juga tak hanya sebagai kaum akademis intelektual yang duduk dan mendengarkan dosen di bangku perkuliahan saja, namun dirinya juga harus bisa memperkaya pengetahuan yang lebih baik lagi, bagi itu dalam segi keprofesiannya ataupun kemasyarakatan.

Sebab, peran mahasiswa sebagai iron stock ini, ialah sebagai calon pemimpin bangsa yang memiliki masa depan cerah, sehingga kelak mampu menggantikan generasi yang sudah ada. Dengan demikian, mahasiswa tak hanya cukup dengan ilmu spesifik saja, namun juga perlu memiliki soft skill lainnya seperti leadership, kemampuan untuk memposisikan diri, dan sensitivitas yang tinggi.

4. Mahasiswa sebagai Moral Force

Mahasiswa merupakan pelajar yang berada di tingkat pendidikan paling tinggi, sehingga diharuskan atau bahkan diwajibkan mempunyai nilai moral yang baik. Selain itu, tingkat intelektual dari seorang mahasiswa tentu akan disejajarkan pada tingkat moralitasnya di berbagai ranah kehidupannya.

Sebagai mahasiswa harus memiliki acuan dasar dalam bersikap dan berprilaku. Acuan dasar tersebut merupakan tingkah laku, perkataan, cara berpakaian, cara bersikap, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan moral santun. Semua acuan tersebut harus dimiliki oleh mahasiswa agar tercipta moral yang baik, bukanya moral yang buruk.

Disinilah mahasiswa dituntut untuk bertanggung jawab atas intelektualnya dalam kekuatan moral didalam masyarakat.

5. Mahasiswa sebagai Guardian of Value

Mahasiswa sebagai Guardian of Value berarti mahasiswa berperan sebagai penjaga nilai-nilai di masyarakat. Lalu seperti apa nilai – nilai yang harus dijaga oleh seorang mahasiswa?

Mahasiswa dikatakan insan akademis apabila mampu menjaga nilai-nilai masyarakat dan dapat berfikir ilmiah. Mahasiswa dituntut untuk menjunjung tinggi keadilan, kejujuran, integritas, gotong royong, empati, serta sifat yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat lainnya.

Selain itu, seorang mahasiswa juga dituntut agar mampu berpikir dengan ilmunya mengenai nilai-nilai yang mereka jaga itu. Bahkan, dalam hal ini, mahasiswa juga harus berperan sebagai pembawa, penyampai, serta penyebar dai ilmu serta nilai-nilai yang telah mereka pelajari di perguruan tinggi.

Masih ada satu nilai lagi yang memenuhi kriteria sebagai nilai yang wajib dijaga oleh mahasiswa, nilai tersebut adalah nilai-nilai dari kebenaran ilmiah. Mahasiswa harus mampu mencari berbagai kebenaran berlandaskan watak ilmiah yang bersumber dari ilmu-ilmu yang didapatkan dan selanjutnya harus diterapkan dan jaga di masyarakat.

Tetapi harus tetap diingat, mahaiswa tetaplah seorang manusia yang diciptakan oleh Allah SWT, sehingga semua pemikiran ilmiahnya harus tunduk terhadap ketentuan Allah SWT.


Demikianlah penjelasan tentang pengertian mahasiswa lengkap dengan ciri – ciri, tugas dan perannya. Tentu kini Anda mengetahui apa kewajiban dan hak dari seorang mahasiswa yang harus dijalankan. Sebagai generasi penerus bangsa yang berpengaruh di masa depan, gapailah pengetahuan sedalam mungkin agar perkuliahan tak sia-sia.

Spread the love

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.